Atlet Muda Lari Disabilitas Berkaki Bengkok, Persembahkan Emas untuk Magelang
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kisah inspiratif datang dari lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang.
Partin (16), warga Dusun Wonocoyo, Desa Wonocoyo, Kecamatan Kaliangkrik; atlet muda disabilitas dari Magelang yang meraih prestasi yang membanggakan.
Partin berhasil mengharumkan nama Kabupaten Magelang di kancah olahraga bergengsi tingkat provinsi.
Ia meraih dua medali, satu emas dan satu perak dalam cabang olahraga lari di Pekan Olahraga Paralimpic Provinsi (Perparprov) Tahun 2018 di Surakarta, beberapa waktu lalu
Keterbatasan yang dimilikinya tak pernah menyurutkan semangat Partin untuk berprestasi.
Tekadnya tak pernah padam, meski disandung berbagai kesulitan, terutama fisiknya.
Kakinya bengkok, sehingga membuat dirinya tak dapat berjalan normal seperti orang lain pada umumnya.
Kakinya terbakar dalam kecelakaan yang dialaminya pada waktu dia masih berusia belia.
Cairan bensin tak sengaja tumpah mengenai kakinya, dan tanpa sengaja tersulut api yang membakar kakinya.
Lukanya begitu parah, sehingga kakinya tak pulih kembali. Bengkok, tak dapat lurus.
"Dulu kaki saya terbakar, karena bensin saat bermain dengan kakak saya. Terbakar parah, sehingga kaki saya tidak bisa lurus," ujar Partin pada Tribunjogja.com.
Awalnya sangat sulit untuk menerima kecacatan yang dialaminya.
Seorang dengan kaki bengkok, untuk berjalan saja terpincang-pincang, apalagi untuk berlari.
Semua sudah suratan takdir, dan untungnya Partin adalah sosok yang dilahirkan dengan hati yang besar.
Ia menerima kecacatan yang dialaminya dengan dada yang lapang.
Justru ia semakin bersemangat, menaklukkan pandangan buruk orang yang menganggap disabilitas lemah dan tak dapat apa-apa, dan ia pun berhasil.
Partin membungkam sinisme dengan prestasi yang membanggakan.
Seorang atlet muda disabilitas dengan kaki bengkok, berlari, membuktikan kepada dunia bahwa dirinya mampu.
Pemuda kelahiran Magelang, 15 April 2002 itu pun mencoba berlari.
Ia menerima kecacatan yang dialaminya dengan dada yang lapang.
Justru ia semakin bersemangat, menaklukkan pandangan buruk orang yang menganggap disabilitas lemah dan tak dapat apa-apa, dan ia pun berhasil.
Partin membungkam sinisme dengan prestasi yang membanggakan.
Seorang atlet muda disabilitas dengan kaki bengkok, berlari, membuktikan kepada dunia bahwa dirinya mampu.
Pemuda kelahiran Magelang, 15 April 2002 itu pun mencoba berlari.
Sejak umur 13 tahun, ia berlatih lari sendiri.
Pagi, setelah subuh, ia menembus udara dingin kawasan lereng Sumbing,a menelusuri jalan-jalan desa yang menanjak dan penuh rintangan.
Sampai pada suatu hari, guru olahraganya meminta Partin untuk bergabung dalam klub atletik 'Puma' yang ada di Kecamatan Borobudur.
Partin pun menyaguhi permintaan gurunya dengan penuh rasa percaya diri.
Sejak saat itu, ia mulai berlatih keras, menguji batas kemampuan dirinya.
Pelatih sekaligus pengasuh klub atletik 'Puma' melihat potensi yang dimiliki oleh Partin begitu besar.
Ia pun mendaftarkan Partin ke National Paralympic Comitee (NPC) Kabupaten Magelang, untuk melenggang langsung ke ajang Pekan Olahraga Para Provinsi (Perparprov) Jawa Tengah Tahun 2018.
"Sejak usia 13 tahun, saya menggeluti olahraga lari.Berlatih sendir sampai akhirnya dapat prestasi di SMP, di ajang lomba olahraga lari. Kemudian saat SMK saya terus menggeluti lari dan mendapat saran dari guru olahraganya untuk mengikuti klub atletik di Borobudur. Klub puma asuhan Iwan, di Borobudur. Dari sana saya terus berlari dan berlari, berlatih keras," ujar Partin.
Ia berhasil meraih juara dalam event Perparprov 2018.
Ia meraih dua medali, satu emas untuk cabang olahraga lari jarak 400 meter, dan satu medali perak untuk cabang olahraga lari jarak 200 meter.
Berkat itu pula ia mendapatkan penghargaan serta tali asih dari Pemkab Magelang.
Ia mempersembahkan medali itu untuk masyarakat Magelang, dan juga kepada kedua orangtuanya.
"Terima kasih, ini semua berkat dari Tuhan, dan dukungan dari pelatih, teman-teman, terutama bapak dan ibu saya yang terus mendorong saya sampai sejauh ini. Saya begitu bersyukur, apa yang saya kerjakan membawa buah yang manis," ujar Partin.
Anak kedua dari pasangan Muhlisin (41) dan Latri Musiyah (35) itu memang memiliki semangat yang begitu besar.
Meski terlahir di keluarga dalam tingkat ekonomi yang kurang, ia tak berkecil hati.
Ayah dan ibunya hanyalah petani penggarap lahan biasa.
Sulit membayangkan, keduanya membiayai keluarga dan membayar pendidikan anaknya.
"Tapi semua itu sudah terbayar. Saya buktikan kepada mereka, kepada kedua orangtua saya yang senantiasa mendukung saya. Saat saya bergabung ke dalam NPC, mendapatkan emas di Surakarta, mereka langsung mendukung saya,"kata Partin.
Untuk seorang Partin, ia memiliki cita-cita yang teramat sederhana.
Di benaknya, ia hanya ingin membahagiakan kedua orangtuanya.
Meski begitu ia tetap memiliki mimpi besar, untuk mengharumkan nama bangsa di olahraga lari.
Sosok pelari idolanya adalah Agus Prayoga, atlet lari nasional.
"Saya juga ingin menunjukan kepada semua orang jika penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang sama seperti orang lain pada umumnya, asal terus berusaha dan bersemangat mengejar cita-citanya," kata Partin.
Pemuda yang masih duduk di kelas 11 SMK Muhammadiyah Bandongan, dan pernah mengenyam pendidikan di SMP Negeri 3 Satu Atap Kaliangkrik, dan SD Negeri 2 Trampilan itu juga didukung oleh rekan-rekannya.
Ia tak pernah mendapatkan pandangan miring atas disabilitas yang dialaminya.
Setelah lulus sekolah kejuruan nanti, Partin akan terus menggeluti olahraga lari.
Ia akan terus rutin latihan, bekerja keras, untuk menjadi atlet lari kebanggan.
Kendati demikian, ia juga tetap memiliki semangat untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ia sadar akan arti penting pendidikan untuk masa depannya nanti.
"Setelah lulus rencana saya akan rutin latihan. Saya akan serius di olahraga, dan menjadi atlet lari kebanggaan. Kemudian jika ada kesempatan, saya ingin sekolah lagi ke jenjang lebih tinggi. Saya akan terus berlari dan berlari, sampai saya tak sanggup berlari dan membuktikan kepada dunia bahwa saya bisa," ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Atlet Muda Lari Disabilitas Berkaki Bengkok, Persembahkan Emas untuk Magelang, https://jogja.tribunnews.com/2018/12/28/atlet-muda-lari-disabilitas-berkaki-bengkok-persembahkan-emas-untuk-magelang.
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMK Muhammadiyah Bandongan Sampaikan Transparansi Realisasi Dana BOS Tahap 2 Tahun 2025
SMK Muhammadiyah Bandongan Kabupaten Magelang terus berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola sekolah yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan Dana
Dunia otomotif kembali bergelora di awal tahun 2026 dari SMK Muhammadiyah Bandongan
Magelang – Dunia otomotif kembali bergelora di awal tahun 2026. MUTU Autofest 2026 – Oto & Dyno Contest resmi digelar di SMK MUTU Bandongan, Kabupaten Magelang, Selasa (
Semarak Tahun Baru Islam, Ribuan Warga Bandongan Padati Pawai Ta'aruf
Bandongan, 27 Juni 2025 – Suasana semarak dan penuh kebersamaan menyelimuti Kecamatan Bandongan hari ini. Ribuan warga tumpah ruah di jalanan, memadati Lapangan Bandongan, dalam s
Semarak Persami Gerakan Kepanduan HW se-Jawa Tengah
Bandongan – Kwartir Wilayah Jateng Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) sukses menyelenggarakan kegiatan Persami (P
Classmeet Pentas Seni Ramaikan Akhir Tahun Ajaran di SMK Mutu Bandongan
19 Juni 2025 – Sebagai bagian dari kegiatan penutup tahun ajaran, SMK Muhammadiyah Bandongan menggelar Classmeet Pentas Seni yang berlangsung meriah di lapangan sekolah. Acara ini
Deklarasi Anti Narkoba dan Cegah Tawuran Pelajar
SMK Muhammadiyah Bandongan mengambil langkah proaktif untuk melindungi generasi pelajar dari ancaman narkoba dan tawuran. Dengan menghadirkan Kapolsek Bandongan dan BNN, sekolah memberi
Perluas Jangkauan BKK: SMK Mutu Bandongan ada Rekrutmen PT. MTI
Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Mutu Bandongan menggelar rekrutmen karyawan PT. MTI pada 13 Juni. Sebanyak 200 peserta dari berbagai kalangan di Kabupaten Magelang mengikuti proses seleksi
Sembelih 5 Sapi Kurban Berlanjut Makan Bersama Wali Murid SMK Mutu Bandongan
Dalam rangka merayakan Iduladha 1446 H, SMK Muhammadiyah Bandongan menggelar penyembelihan hewan kurban pada 6 Juni 2025. Sebanyak lima ekor sapi disembelih di lingkungan sekolah, denga
Outing Class Membara: MTsN 2 Kota Magelang Disambut Meriah di SMK Mutu Bandongan
Bandongan, 28 April 2025 — Langit cerah seakan ikut merayakan ketika 150 siswa dan 6 guru pendamping dari MTsN 2 Kota Magelang memasuki Lapangan SMK Mutu Bando
Gema Kegembiraan Halal Bihalal Berlanjut Mutu Festival SMK Mutu Bandongan
Lapangan Baru SMK Mutu Bandongan dipenuhi ribuan siswa yang hadir dengan penuh semangat (26/4/25), menjadikan momen ini sebagai sebuah perayaan yang luar biasa. Acar


